Tafsir Surah

29Al-'Ankabut - العنكبوت

Ayat ke-44

X
Beranda
Terakhir Dibaca Belum Ada. Click pada simbol ✓ untuk menandai.
Audio Murottal
Tentang QuranVersiIndonesia
Github
Ke ayat

خَلَقَ اللّٰهُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ بِالْحَقِّۗ اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيَةً لِّلْمُؤْمِنِيْنَ ࣖ ۔44

Allah menciptakan langit dan bumi dengan haq. Sungguh, pada yang demikian itu pasti terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang beriman.

Tafsir Kemenag

Dalil tentang kebesaran dan keagungan Allah itu terlihat pada ciptaan langit dan bumi. Bagi orang yang beriman dan menggunakan akal pikirannya, semua ciptaan Allah itu mengandung hikmah, dan tidak dijadikan percuma begitu saja. Dengan demikian kejadian langit dan bumi, memungkinkan manusia untuk menambah dan memperluas cakrawala pengetahuannya. Di samping itu, pengenalan mereka akan lebih intensif kepada Penciptanya, yakni Allah.

Menurut kajian ilmiah, dalam menciptakan segala sesuatunya, Allah tidak pernah bermain-main. Dia melakukannya dengan "benar", dengan haq (antara lain juga dapat dilihat pada Surah Ibrahim/14: 19). Kata haq mengindikasikan sesuatu yang langgeng, mantap, sehingga tidak akan berubah. Dapat dilihat bahwa kehadiran semua benda yang ada di alam semesta ini mempunyai tujuan. Tidak ada satu benda pun diadakan Tuhan tanpa mempunyai tujuan.

Planet bumi ini dengan langitnya (atmosfer), telah diciptakan Allah dengan haq. Kata haq ini mengandung arti "dengan benar, dengan tepat". Bagaimanakah kebenaran dan ketepatan ciptaan-Nya, dapat dilihat dari uraian berikut.

Atmosfer bumi terutama terdiri atas gas Nitrogen (N2“ sebesar 70%) yang tidak bersifat racun terhadap manusia. Gas ini sangat penting dalam proses pertumbuhan makhluk hidup, terutama tumbuhan. Sedangkan 20% lainnya diisi oleh gas Oksigen (O2) yang memberikan energi untuk proses metabolisme semua makhluk, melalui proses pernafasan (respirasi).

Jarak antara matahari dan bumi adalah sekitar 139 juta km. Jarak ini dianggap tepat karena pada jarak ini sinar matahari dapat berfungsi membantu berlangsungnya proses kehidupan. Apabila jaraknya berubah, apakah menjauh atau mendekat, maka efek sinar yang jatuh di bumi akan sangat fatal bagi makhluk hidup. Suhu bumi pada garis equator juga dianggap sangat moderat, yaitu rata-rata antara 28-350C.

Dalam uraian di atas telah digambarkan bahwa Allah menciptakan bumi bukan dengan main-main. Semuanya begitu tepat untuk mulainya kehidupan di bumi ini. Bagaimana kenyamanan bumi dibandingkan dengan beberapa planet lain yang ada dalam tata surya yang sama dapat kita lihat pada uraian di bawah ini. Dalam perbandingan yang dilakukan, terutama pada jarak antara matahari dan masing-masing planet, tampak akan efek jarak dengan masing-masing planet.
Sumber:
Aplikasi Quran Kementrian Agama Republik Indonesia